Surat Sakti Gubernur Lindungi Pelaku Penipuan

oleh

BENGKULU – Heboh menyebar surat resmi gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah terkait jaminan untuk tersangka kasus penipuan .
Kop Surat berlogo Burung Garuda berwarna kuning emas itu ditujukan kepada Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Bengkulu selaku penyidik.

Dalam surat dengan lampiran tertulis pernyataan jaminan untuk tidak dilakukannya penahanan atas tersangka nama Dr. Ir Herawansyah M.sc MT.
Surat itu nomor 182/744/B.2/2018 tanggal 29 Oktober 2018, yang ditujukan kepada Direktur Riserse Kriminal Umun Polda Bengkulu selaku penyidik.

Dalam surat itu, Rohidin sebagai Plt Gubernur Bengkulu, menyatakan menjamin Herawansyah selaku tersangka, karena sedang melaksanakan tugas pemerintah dalam hal judicial review ke Mahkamah Konstitusi.

Dalam surat tersebut tertulis selaku PLT Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah Menjamin tersangka tidak akan melarikan diri, mengulangi perbuatan dan menghilangkan alat bukti dan sanggup menghadirkan tersangka sewaktu waktu dipanggil penyidik .

Kasus dugaan penipuan Rp 1 miliar dengan korban mantan Kadis PU Kepahiang, Ismail Hakim, dilaporkan kepenyidik reskrim Polda Bengkulu pada tahun 2018

“Sudah ditetapkan tersangka (Herawansyah) 2018. Tapi inikan, waktu dia dipanggil (Polda Bengkulu) sebagai tersangka, gak tahunya dijamin itu, oleh pak Gubernur (Rohidin Mersyah ),” kata Ismail saat dihubungi wartawan.

Diceritakan Islmail Kasus yang di laporkannya ke Mapolda Bengkulu terkesan hilang setelah penyidik Reskrim Polda Bengkulu Mendapat Surat Resmi dari PLT Gubernur .
“ setelah mendapat surat jaminan dari PLT Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah kasus yang saya laporkan itu seolah olah hilang dari peredaran,” ujar Ismail.

Sementara itu kabid Humas Polda Bengkulu Kombes Pol Sudarno ketika dikonfirmasi melalui pesan Whatsap tidak mememberikan konfirmasi padahal Pesan WA dari itu sudah dibaca.

Prihal yang sama juga terjadi ketika kami berusaha meminta konfirmasi ke Rohidin Mersyah terkait surat Jaminannya untuk tersangka kasus penipuan dengan kerugian mencapai satu Miliar Rupiah .(Red)